SENI BERBAHAGIA


Ide tulisan ini mengalir begitu saja  ditengah negara kita tercinta sedang mengalami kondisi pandemic covid 19 yang mengkhawatirkan. Kabar gembiranya adalah bahwa perasaan bahagia itu bisa menambah imun tubuh.  Karena itulah saya ingin sharing seni berbahagia, semoga tulisan ini  bisa menjadi pengingat bagi diri saya pribadi dan barangkali bagi pembaca yang membutuhkan, semoga bermanfaat


Pernahkah kita mengalami dimana kita memulai hari dengan ‘bad mood” dan kita mendapati dalam seharian aktifitas kita selalu dirundung masalah yang kurang menyenangkan. Atau sebaliknya kita mengawali hari dengan perasaan bahagia dan sepanjang hari itu kita lewatkan dan kita hadapi masalah dengan jernih sehingga hari itu kita merasa bahagia ?

Diantara kenikmatan hidup terbesar adalah kebahagiaan. Orang yang  bahagia akan memancarkan energi positif dimana orang tersebut berada, sehingga akan berpengaruh baik terhadap lingkungan disekitarnya.
Beberapa kata bijak tentang Bahagia adalah :
  1. Kebahagiaan itu bergantung pada diri kita sendiri – Aristoteles
  2. Kebahagiaan adalah Ketika apa yang kamu pikirkan, apa yang kamu katakan, dan apa yang kamu   lakukan selaras – Mahatma Gandhi
  3. Kebahagiaan bukan melakukan hal-hal yang menyenangkan, kebahagiaan adalah melakukan hal-   hal yang bermakna – Maxime Lagace
  4. Kebahagiaan itu Ketika seseorang mampu menguasai egonya. Kesengsaraan adalah ketika  seseorang dikuasai oleh egonya – Al-Ghazali
  5. Jangan mencari kebahagiaanmu pada orang lain, temukan kebahagiaan itu bersama dengan Allah,   maka kamu akan merasa bahagia, bahkan disaat kamu sedang sendiri – Dr. Bilal Philips

Kita sering mendengar kalimat “Bahagia itu sederhana” bukan ?  Bahagia tidak perlu menunggu kita punya pasangan yang mencintai dan sangat romantis, atau saat kita mendapat harta yang melimpah ataupun menunggu impian kita terwujud baru merasa bahagia. Kita bisa bahagia dari hal-hal kecil, mungkin bisa saat kita bangun pagi menghirup udara segar, atau saat  melihat matahari mulai mengintip kearah jendela kamar kita, atau saat kita menghirup secangkir kopi di sore harinya.

Tetapi masalahnya sesederhana itukah menjadi bahagia ?  Bukankah hidup ini seperti panggung sandiwara yang ceritanya mudah berubah…. ? Kadang masalah datang bertubi-tubi, kadang kepedihan, kegagalan bahkan bencana datang tanpa bisa kita cegah.

Saya setuju dengan pendapat orang bahwa bahagia itu adalah pilihan atau bahagia itu bisa kita ciptakan, karena sebagai  manusia kita wajib untuk berikhtiar. Namun saya ingin  menambahkan sedikit bahwa  bahagia itu juga bagian dari rezeki yang Allah berikan kepada kita. 

Mendapatkan kebahagiaan itu bisa dipelajari yaitu dengan mengetahui cara memperoleh, merasakan dan menikmati kebahagiaan itu. Setiap orang mempunyai cara yang berbeda-beda dalam memperoleh kebahagiaan, disitulah seninya berbahagia.

Seni berbahagia versi saya adalah :
  1. bagaimana mengendalikan dan menjaga pikiran dan perasaan agar tetap berada pada zona positif
  2. selalu mensyukuri nikmat yang Allah berikan
  3. berbaik sangka kepada Allah, karena Allah adalah sebagaimana prasangka hambanya.

Adapun puncak kebahagiaan adalah ketika kita bisa membahagiakan orang lain. Naah marilah kita  menjadi orang yang senang berbagi, memberi solusi, menebarkan senyuman, menjaga perkataan agar tidak menyakiti orang lain,  mengasihi sesama dengan tulus …..dan kalaulah semuanya itu sudah kita lakukan,  pastilah saya dan anda sepakat untuk mengatakan "bahagia itu sederhana...."


Terimakasih untuk yang sudah mampir dan membaca tulisan saya ini, selamat berbahagia.....

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer